Selector Dasar: Elemen, Class, dan ID

Memilih elemen yang tepat: selector tag, class (.), id (#), universal (*), dan pengelompokan dengan koma.

Part 2 dari 25 ± 35 menit Gratis

Selector: cara "menunjuk" elemen

Sebelum mengubah tampilan, kamu harus bisa memilih elemen yang tepat. Itulah tugas selector. Ada empat selector paling dasar.

SelectorContohMemilih
Elemen (tag)pSemua elemen <p>
Class.pentingSemua elemen ber-class="penting"
ID#judulSatu elemen ber-id="judul"
Universal*Semua elemen

Selector elemen

p { color: gray; }
a { text-decoration: none; }

Selector class (titik)

Class adalah yang paling sering dipakai. Sebuah class bisa dipasang pada banyak elemen, dan satu elemen boleh punya banyak class.

<p class="penting">Teks ini penting.</p>
<p class="penting tebal">Penting dan tebal.</p>
.penting { color: red; }
.tebal   { font-weight: bold; }

Selector ID (pagar)

ID harus unik; cocok untuk elemen yang benar-benar satu-satunya di halaman, seperti #header-utama. Dalam praktik, banyak developer memilih class untuk styling dan memakai id hanya untuk tautan anchor atau JavaScript.

#judul { text-align: center; }

Selector gabungan

Elemen dengan class tertentu: tulis tanpa spasi.

p.penting { color: red; }    /* hanya <p> yang punya class penting */

Mengelompokkan beberapa selector dengan koma agar berbagi satu aturan:

h1, h2, h3 {
  font-family: Georgia, serif;
}

Selector universal

* {
  margin: 0;
  padding: 0;
}

Dipakai untuk menghapus jarak bawaan browser pada semua elemen (sering disebut reset).

Memilih nama class yang baik

  • Gunakan huruf kecil dan tanda hubung: .kartu-produk.
  • Nama menjelaskan fungsi, bukan tampilan: .peringatan lebih baik daripada .merah (kalau nanti diganti biru, namanya jadi bohong).

Praktikkan langsung, gratis

Tulis dan jalankan kode langsung di browser, dapatkan penilaian otomatis. Daftar gratis kapan saja untuk menyimpan progres dan meraih sertifikat.

Coba latihan sekarang, tanpa daftar
Bagikan: WhatsApp Facebook LinkedIn X