Proyek Akhir: Kirim Proposal Freelance yang Sulit Ditolak
Merangkai semua kemampuan: menulis email proposal lengkap dengan perkenalan, penawaran, harga, jadwal, dan ajakan bertindak.
Saatnya menggabungkan semuanya
Kamu sudah belajar memperkenalkan diri, menulis email, meminta dengan sopan, membicarakan harga dan jadwal. Di proyek akhir ini, semuanya digabung menjadi satu email proposal profesional kepada calon klien.
Skenario
Klien bernama Mr. Daniel Cooper dari Singapura membuka lowongan: "We need a freelancer to design a new website for our coffee shop." Kamu ingin mendapatkan proyek itu.
Kerangka proposal
| Bagian | Isi | Contoh kalimat |
|---|---|---|
| 1. Subject | Spesifik | Proposal: Website Design for Your Coffee Shop |
| 2. Salam | Dear + nama | Dear Mr. Cooper, |
| 3. Pembuka | Alasan menulis | I am writing to apply for the website design project. |
| 4. Perkenalan & bukti | Siapa kamu + pengalaman | I am a web designer with four years of experience. |
| 5. Manfaat | Apa untungnya bagi klien | I can help you attract more customers online. |
| 6. Harga & jadwal | Angka + tenggat | The price is $600, and I can deliver within three weeks. |
| 7. Ajakan | Langkah berikutnya | Would you like to have a quick call this week? |
| 8. Penutup | Sopan | Best regards, [nama] |
Checklist sebelum mengirim
- Nama klien dieja benar?
- Ada angka konkret (tahun pengalaman, harga, jangka waktu)?
- Satu ajakan yang jelas di akhir?
- Portofolio terlampir? (Please find my portfolio attached.)
- Dibaca ulang untuk ejaan dan tanda baca?
Setelah email terkirim
Jika belum dibalas dalam 3–5 hari kerja, kirim follow-up singkat: "I wanted to follow up on my proposal. Please let me know if you have any questions."
Selamat, kamu telah menempuh seluruh perjalanan: dari "Hi, I'm…" sampai proposal profesional. Teruslah berlatih sedikit setiap hari, karena kepercayaan diri tumbuh dari kebiasaan.