Persentase, Diskon, PPN & Margin: Excel untuk Urusan Uang
Menghitung harga setelah diskon, PPN, laba, margin, dan markup dengan rumus persentase yang benar.
Persentase = bagian per seratus
Di kantor, hampir semua angka uang berkaitan dengan persen: diskon, pajak, komisi, margin keuntungan. Salah satu kunci: persen adalah angka dibagi 100. 10% = 0,1; 11% = 0,11. Di Excel, mengetik 10% sama dengan 0,1.
Rumus dasar
| Kebutuhan | Rumus | Contoh (harga 10.000.000) |
|---|---|---|
| Potongan diskon | =Harga*Diskon% | 10% → 1.000.000 |
| Harga setelah diskon | =Harga*(1-Diskon%) | 9.000.000 |
| Harga + PPN | =Harga*(1+PPN%) | PPN 11% → 9.990.000 (dari 9 juta) |
| Laba kotor | =Jual-Modal | 2.000.000 (modal 8 juta) |
| Margin (persen dari jual) | =(Jual-Modal)/Jual | 20% |
| Markup (persen dari modal) | =(Jual-Modal)/Modal | 25% |
| Naik/turun persen | =(Baru-Lama)/Lama | pertumbuhan |
Margin vs markup: jangan tertukar!
Dua-duanya memakai laba, tetapi pembaginya berbeda: margin dibagi harga jual, markup dibagi modal. Barang modal 8 juta dijual 10 juta → margin 20%, markup 25%. Ini sering membingungkan dan bisa membuat harga jual salah hitung.
Persen dari kolom: ingat konsisten
Di tabel latihan, kolom Diskon berisi 10 (artinya 10 persen), bukan 10%. Maka dalam rumus bagi dulu dengan 100: =C2*(1-D2/100). Jika selnya sudah berformat persen (tampil 10%), langsung pakai =C2*(1-D2). Selalu cek bagaimana datanya disimpan.
Format tampilan
Hasil pembagian seperti 0,2 ditampilkan sebagai 20% dengan memilih format Percentage (Ctrl+Shift+%). Angka di sel tetap 0,2.