Menghubungkan CSS & JavaScript
Tiga cara memasang CSS (inline, internal, eksternal), cara memasang JavaScript, dan memahami peran HTML, CSS, JS bekerja sama.
HTML, CSS, dan JavaScript bekerja bertiga
HTML saja menghasilkan halaman polos. Untuk tampilan dan interaksi, HTML dihubungkan dengan CSS dan JavaScript. Prinsip penting: pisahkan ketiganya dalam berkas masing-masing agar rapi.
proyek/
index.html ← struktur
style.css ← tampilan
script.js ← perilaku
Tiga cara memasang CSS
| Cara | Contoh | Kapan |
|---|---|---|
| Inline | <p style="color: red"> | Percobaan cepat; hindari di proyek sungguhan |
| Internal | <style> p { color: red } </style> di head | Halaman tunggal atau demo |
| Eksternal | <link rel="stylesheet" href="style.css"> | Terbaik: satu berkas dipakai banyak halaman |
<head>
<link rel="stylesheet" href="style.css">
</head>
Memasang JavaScript
<body>
...isi halaman...
<script src="script.js"></script>
</body>
- Letakkan
<script>di akhir body agar HTML selesai dimuat dulu, atau diheaddengan atributdefer. defer: skrip diunduh paralel lalu dijalankan setelah HTML selesai dibaca (pilihan modern terbaik).async: dijalankan begitu selesai diunduh (untuk skrip mandiri seperti analitik).- Kode JavaScript langsung di halaman (internal):
<script> console.log("Halo"); </script>.
noscript
Elemen <noscript> berisi pesan untuk pengguna yang JavaScript-nya mati.
Mengapa file terpisah lebih baik?
- Satu berkas CSS dipakai banyak halaman: ubah sekali, semua berubah.
- Browser menyimpan (cache) berkas CSS/JS sehingga halaman berikutnya lebih cepat.
- Kode lebih rapi dan mudah dicari.
Urutan link CSS penting: gaya yang dimuat belakangan menimpa yang lebih dulu bila aturannya sejenis. Detailnya kamu pelajari di kursus CSS.