Trigger: Jadwal, Webhook, dan Form

Tiga cara memulai workflow secara otomatis.

Part 8 dari 15 ± 25 menit Gratis

Siapa yang menyalakan workflow?

Trigger menentukan kapan workflow berjalan. Tiga yang paling sering dipakai pemula:

1. Schedule Trigger — berdasarkan waktu

Jalan otomatis pada jam tertentu. Contoh: setiap hari 08.00 kirim laporan penjualan. Pilihan: tiap beberapa menit/jam, tiap hari pada jam tertentu, tiap minggu, atau Cron.

Cron:   0 8 * * 1-5     →  jam 08.00, Senin–Jumat
Cron:   */15 * * * *    →  setiap 15 menit

Pastikan Timezone workflow sudah benar (pengaturan workflow → Timezone: Asia/Jakarta).

2. Webhook — dipanggil aplikasi lain

Webhook memberi workflow-mu sebuah alamat URL. Kapan pun ada yang mengirim data ke URL itu (form website, toko online, payment gateway), workflow langsung berjalan.

  • Test URL (/webhook-test/...) — hanya aktif setelah kamu menekan Listen for test event; untuk mencoba.
  • Production URL (/webhook/...) — aktif terus, hanya jika workflow diaktifkan (Active).

3. n8n Form Trigger — formulir siap pakai

n8n membuatkan halaman formulir sederhana. Orang mengisi nama, email, dll. → workflow berjalan dengan data itu. Cocok untuk pendaftaran atau survei tanpa membuat website.

Trigger lain yang berguna

  • Manual Trigger — untuk belajar/uji coba.
  • Gmail Trigger / Telegram Trigger — saat ada email/pesan masuk.
  • Google Sheets Trigger — saat ada baris baru.

Cara memilih

KebutuhanTrigger
Rutin pada waktu tertentuSchedule
Menunggu kabar dari aplikasi lainWebhook
Mengumpulkan isian dari orangForm

Praktikkan langsung, gratis

Tulis dan jalankan kode langsung di browser, dapatkan penilaian otomatis. Daftar gratis kapan saja untuk menyimpan progres dan meraih sertifikat.

Coba latihan sekarang, tanpa daftar
Bagikan: WhatsApp Facebook LinkedIn X